Minggu, 11 Juli 2010

Awas, Dollar Palsu

Jakarta: Mata uang dollar Amerika Serikat, selain dibutuhkan untuk transaksi internasional juga masih diminati masyarakat untuk berinvestasi. Kondisi ini dimanfaatkan jaringan pengedar uang palsu khususnya dollar AS.

Seperti yang berhasil diungkap jajaran Kepolisian Sektor Metro Tambora, Jakarta Barat, baru-baru ini. Setelah mendapat laporan warga sekitar, polisi mencokok empat pelaku yang akan bertransaksi. Dari keterangan mereka, polisi berhasil menangkap tiga tersangka lain di beberapa tempat berbeda, yakni Depok, Tangerang, dan Padalarang.

Dari ketujuh tersangka disita uang palsu pecahan US$ 100. Tidak kurang dari US$ 62.000 palsu dalam pecahan seratus senilai Rp 5 miliar berhasil disita polisi dari tiga tempat berbeda. Disinyalir ketujuh pelaku adalah bagian dari pengedar uang dollar palsu jaringan internasional.

Pelaku berencana mengedarkan uang palsu dollar AS di tempat berbeda dengan sasaran masyarakat menengah ke bawah yang tak terlalu memahami seluk beluk dollar. Mereka menjualnya dengan harga Rp 4.000 per 100 dollar AS. Pelaku tidak mencetak sendiri melainkan membeli uang palsu dari teman bernama Pri di wilayah Jawa Tengah.

Walaupun mirip, ternyata uang dollar AS palsu dan asli memiliki perbedaan signifikan. "Kalau yang asli, tulisan dan angka 100 timbul. Kalau diterawang di dalamnya ada pita dollar AS," ujar petugas money changer, Bambang.

Dilihat, diraba, dan diterawang, mungkin sudah lama Anda dengar untuk mengantisipasi beredarnya uang palsu. Jika menerima mata uang asing namun tidak mempunyai mesin ultraviolet, ada baiknya mengikuti anjuran tiga D untuk terhindar dari mendapatkan dollar palsu. Apa saja modus yang digunakan para pengedar uang palsu ini?

0 komentar:

Posting Komentar